Tampilkan postingan dengan label Dari Hati Sang Raja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dari Hati Sang Raja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Agustus 2016

Unknown

Renungan Harian - Jangan Puas Rohani (5 Agustus 2016)


Orang yang kenyang menginjak-injak madu, tetapi bagi orang yang lapar segala yang pahit dirasakan manis (Amsal 27:7) Kalau anda sudah puas dengan keadaanmu pada hari ini. Bagaimana Tuhan bisa membawa anda ke tempat yang lebih jauh lagi bersama Dia? Sementara anda sudah puas. Sebab orang yang merasa puas dan kenyang dia merasa tidak butuh lagi. Saya kuatir orang kristen pada akhir zaman ini sudah puas dengan keadaannya. Padahal Tuhan menyediakan yang jauh lebih ajaib, rencana Tuhan, destiny-mu sebenarnya luar biasa. Kita merasa sudah hebat, kita merasa sudah lebih dari cukup, kita merasa anugrah Tuhan sudah luar biasa, Anda merasa sudah lumayan dibandingkan dengan orang lain. Kalau itu sikap kita, itu adalah sikap orang yang berhenti rohaninya. So...jangan pernah merasa puas!


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)
Unknown

Renungan Harian - Mental Yang Miskin (4 Agustus 2016)


Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku (Luk.4:18) Tuhan berkata kepada teman saya: "Kamu akan memberitakan kabar baik kepada orang miskin". Tetapi mental miskinmu harus dibuang. Kemiskinan itu bukan ketika Anda tidak punya uang, tetapi terdapat pada mental kita. Saya pernah mendoakan seorang jemaat baru yang latar belakangnya bukan orang Kristen, dia lahir baru dan terima Tuhan Yesus, dia menganggur dan tidak punya kerja, saya doakan dan mintakan berkat Tuhan. Singkat cerita dia diberkati Tuhan luar biasa dan bisa beli mobil pick up untuk sarana kerjanya. Satu hari mobilnya dibawa ke gereja dan dipersembahkan buat Tuhan. Mentalnya kaya, sementara orang yang punya pabrik mobil seringkali memberi mobil pun dengan berat hati. Saya mau tanya, Anda mau memberitakan kabar baik kepada orang miskin? Jangan lakukan, kalau Anda sendiri masih miskin dan perlu diberi kabar baik. Kemiskinan bukan berapa sedikitnya uang yang ada pada kita, tetapi mentalitas kita.




(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)
Unknown

Renungan Harian - Sepatah Kata 2 (3 Agustus 2016)

Selain kedua hal yang disebutkan kemarin, masih ada tiga hal yang dapat kita tarik hikmahnya:(3) "...sebab dia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung rumah ibadat kami..." Dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada. Hatinya tertuju kepada Tuhan Yehova dan membuat hartanya juga ia ekspresikan kesana. Uang itu ekspresi hati kita. (4) Perwira itu menyuruh beberapa tua-tua Yahudi datang kepada Yesus, untuk meminta Ia datang menyembuhkan hambanya. Perwira ini memahami protokoler, tercermin dalam bentuk penghormatannya dan kasihnya kepada orang-orang Yahudi dan kepada Yesus. Orang ini sangat bijaksana dan bukan orang yang main tabrak. (5) "...perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya..." Untuk mengungkapkan kepada Yesus, dia tidak bisa memakai orang lain, kecuali orang-orang yang mengenal betul hati-Nya. Kerinduan hati Tuhan yang paling dalam adalah kalau makin banyak anak-anak-Nya yang dapat menangkap apa yang Dia mau, dan melakukan apa pun yang menyenangkan hati-Nya.


Lukas 10:27 (TB)  Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."  


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)



Unknown

Renungan Harian - Sepatah Kata 1 (2 Agustus 2016)

Bacalah lukas 7:1-10 "Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh". Perkatakaan itu merupakan ungkapan kedalamaan yang dimiliki dan pengertian yang dipunyai oleh perwira kapernaum ini. Di belakang kalimat pendek itu ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari perwira ini. Minimal ada lima hal yang akan menjadi berkat bagi kehidupan kita: (1) Dia seorang atasan yang masih bisa memberikan penghargaan kepada orang yang di bawah. Itulah suatu kualitas hidup. Belajarlah menghargai orang lain, entah seseorang sejajar dengan anda secara ekonomi atau status sosial atau pendidikan ataupun tidak. Kualitas hidup tergantung dari kemampuannya menghargai yang di bawah. (2)"...ia bukan orang yahudi tetapi mengasihi bangsa yahudi". Inilah hati yang Tuhan cari, yaitu yang mengasihi apapun yang Tuhan kasihi, orang yang menyukai apa yang Tuhan sukai, mempunyai detak jantung sama dengan detak jantung Tuhan.


Lukas 10:27 (TB)  Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."  


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)


Unknown

Renungan Harian - Doa Mohon Kedewasaan (1 Agustus 2016)

Tidak ada orang yang dapat mengerti apa yang Engkau inginkan Tuhan, kecuali Roh-Mu yang menjelaskannya, menuntun aku pada pengertian-pengertian Tuhan yang ajaib. Sesungguhnya aku terlalu jauh untuk sampai dapat memahami hati dan pikiran-Mu ya Tuhan. Aku tidak dapat menyelami karya-Mu, karena itu aku sungguh berdoa, aku perlu Roh Kudus untuk membuat aku mengerti Tuhan. Nyatakan kehendak-Mu,ya Tuhan, supaya nama-Mu dipermuliakan. Ubah hidupku,semakin dewasa dan kenal engkau buat hidupku tidak pernah sama lagi. Terima kasih Tuhan,Engkau sungguh Tuhan yang luar biasa, aku permuliakanlah nama-Mu karena Engkau Tuhan yang peduli akan hidupku. Demi nama Yesus kristus, Tuhan dan Rajaku, Amin


Mazmur 91:15 (TB) Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. 


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Unknown

Renungan Harian - Yesus Heran (31 Juli 2016)

Bacalah Lukas 7:1-10 "...Yesus heran akan dia..." Sebenarnya Yesus bukan hanya heran dengan perkataannya, tetapi yang mengherankan Yesus adalah seluruh kepribadiannya, kekayaan pengertiannya, understanding-nya, 'kedalaman'-nya. Jika Tuhan, yang seringkali melakukan hal-hal yang mengherankan menjadi heran, berarti hal itu luar biasa mengherankannya. Memang seringkali Tuhan heran akan kita: mengapa kita sulit percaya, mengapa kita tidak bisa setia, mengapa kita tidak bisa mengucap syukur, mengapa kita menggerutu terus, mengapa tidak bertumbuh kerohaniannya? Memang setiap hari Tuhan heran akan kita, tetapi dengan pengertian yang negatif. Jika kita heran akan Tuhan, itu juga hal yang tidak mengherankan, karena Dia Tuhan yang suka membuat kejutan yang ajaib dan luar biasa. Tetapi kalau sampai Yesus heran akan seseorang, lebih-lebih lagi dia bukan orang Yahudi, itulah sesuatu yang harus kita perhatikan. Biarlah Dia heran akan kita, bukan karena kita tidak percaya, bukan karena kita seenaknya, tetapi karena melihat di hidup kita ada sebuah kualitas keberadaan sikap hati yang sungguh-sungguh menyenangkan hati-Nya.


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Senin, 01 Agustus 2016

Unknown

Renungan Harian - Kamu Harus Memberi Mereka Makan (30 Juli 2016)


... Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"...(Markus 6:37) Perubahan bangsa tidak bisa lewat teriakan di mimbar apalagi hanya dibatasi oleh tembok gereja saja. Hal itu tidak akan menolong sekali. Yang Tuhan mau adalah orang yang bukan hanya jago kandang, yang berani terjun ke bawah mempertaruhkan semuanya, ambil dan bawa mereka, selamatkan yang tersesat, rebut mereka dari api, dan lakukan seperti yang Tuhan mau. Berbuatlah sesuatu yang mempunyai dampak langsung kepada masyarakat, sampai orang berkata: " Tuhan ada di tengah-tengah mereka." Dan itulah yang tidak pernah orang mau buat. Kenapa? Berapa biayanya? ... Tuhan berkata: "KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN", apa kata mereka: "Oh, kamu harus BELI dulu baru bisa BERI. Beri dan beli itu berbeda, Tuhan suruh beri, kita pikirnya beli, dan beli harus pakai uang, itu mindset dagang. Kalau itu pikiran yang kita pakai lalu apa yang akan kita pertanggungjawabkan kelak di hadapan Tuhan?



Roma 12:11 (TB) Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. 


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Jumat, 29 Juli 2016

Unknown

Renungan Harian -Hati Hamba (29 Juli 2016)

Tetapi bertanyalah Yosafat: "Tidak adakah di sini seorang nabi Tuhan, supaya dengan perantaraanya kita meminta petunjuk Tuhan?" Lalu salah seorang pegawai raja israel menjawab, katanya: "Di sini ada Elisa bin Safat, yang dahulu melayani Elia." (2 Raja-Raja 3:11) Ada tiga contoh pribadi yang belajar untuk menjadi hamba. Yang pertama adalah Yosua (bil 11:24-30). Tidak dari semula dia disebut abdi Tuhan atau hamba Tuhan, tetapi pada awal kemunculannya dia hanya disebut sebagai abdi Musa. Kelak di kitab Yosua, baru dia disebut sebagai hamba atau abdi Tuhan. Yang kedua adalah bujang dari Elia (1raja-raja 18:41-46), posisinya sebagai bujang harus mengerjakan apa yang diperintahkan tuannya, sekalipun itu tidak sesuai dengan keyakinannya. Dan yang ketiga adalah Elisa (2 raja-raja4:25-37). Nabi pun belajar untuk rendah hati, dan nabi pun di sebuah titik tertentu diajari Tuhan bagaimana bergantung kepada Tuhan senantiasa. Milikilah hati hamba dalam hidupmu, kejarlah dan usahakanlah itu.


Mazmur 119:10 (TB)  Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. 


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)
Unknown

Renungan Harian - Hati Hamba (28 Juli 2016)

"Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum." (Lukas17:7-8) Adalah tidak mudah dan betapa tidak sederhana untuk memiliki hati hamba. Kelak jika kita mempunyai hati hamba, hidup ini akan jadi mudah. Tetapi untuk membuat seseorang menjadi sederhana ternyata tidak mudah. Kita harus belajar menjadi hamba. Ada pengalaman-pengalaman yang harus kita lewati yang seringkali tidak bisa kita lompati. Banyak orang berpikir bahwa kita bisa melompat untuk menghindari beberapa bagian dari proses Tuhan. Tetapi sebenarnya Tuhan tidak pernah membawa kita melompati beberapa proses, karena itu akan menyebabkan kerusakan dalam pembangunan kehidupan rohani kita.


Pengkhotbah 7:8 (TB) Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati. 


(Disalin dari Renungan Harian ”DARI HATI SANG RAJA“ oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Rabu, 27 Juli 2016

Unknown

Renungan Harian - Belas Kasihan (27 Juli 2016)

"Lalu tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan,"... (Mrk.6:34) Kekuatan untuk membuat kita rela ditarik itu namanya "BELAS KASIHAN". Ketika Tuhan tergerak oleh belas kasihan, setiap kali kalimat ini muncul Anda bisa pastikan sesuatu yang besar terjadi. Tetapi apa yang terjadi? mWaktu Tuhan melihat mereka seperti domba yang tidak tergembalakan, maka cara penggembalaan terbaik dan tercepat yang Dia bisa lakukan adalah: Bukan mengkonseling mereka satu persatu, tetapi Alkitab berkata: Dia mengajarkan banyak hal kepada mereka karena di dalam Firman penggembalaan, Firman itu sekaligus menyegarkan, menyembuhkan, memberikan kekuatan untuk perlengkapan peperangan. Jangan kuatir, Dia Tuhan yang hidup mengerti pergumulanmu. Bangkitlah!


Yohanes 15:7 (TB)  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Selasa, 26 Juli 2016

Unknown

Renungan Harian - Berdoa Dalam Pimpinan Roh Kudus (26 Juli 2016)

Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus (Yudas1:20) Terjemahan yang lain berbunyi: pray in the guidance of the Holy Spirit, artinya: berdoalah dalam pimpinan Roh Kudus. Jadi kalau anda berdoa, jangan langsung teriak-teriak, tidak perlu. Anda harus datang kepada Roh Kudus dan berkata: "Roh Kudus,aku mau berdoa,apa yang harus aku doakan?" Kadang-kadang kita tidak ingin berdoa, tetapi dia mendorong kita berdoa, sedangkan kita tidak tahu bagaimana harus berdoa, mulailah berbahasa roh. Selain itu bertanyalah kepada Roh Kudus; "Roh Kudus,bagaimana aku harus berdoa? Perlukah aku minta sekarang? Apa nasihat-Mu?" Itu merupakan doa yang paling luar biasa dan fantastis.


Yudas 1:20 (TB) Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Senin, 25 Juli 2016

Unknown

Renungan Harian - Kehidupan (25 Juli 2016)

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yoh.10:10) Kata 'hidup' ini dari kata 'soe' yang artinya God's life atau 'kehidupan Tuhan'. Yesus berkata: "Aku datang supaya mereka mempunyai hidup," yang dimaksud yaitu 'kehidupan Tuhan' yang diberikan buat kita dan itu memang sifat-Nya. Selanjutnya Dia berkata, "dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." Itulah sifat Tuhan: Dia sealu memberi lebih dari cukup, artinya sampai luber. Tetapi kita seringkali kikir, sikap hati kita dalam keseharian menyatakan itu. Jangan perdagangkan segala sesuatunya, tetapi harus dengan murah hati engkau memberi. Itu merupakan kesempatan yang Tuhan berikan untuk menunjukkan sikap hati seperti yang Tuhan miliki.


2 Korintus 9:6 (TB)  Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Unknown

Renungan Harian - Kamu harus memberi mereka makan (24 Juli 2016)

Tetapi jawab-Nya:"kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya:"jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?".. (Markus 6:37) Kalau kita bisa belajar,berapa tahun sudah kita berfokus kepada kepentingan diri sendiri, semua urusan diri sendiri nomer satu. Kalau itu bisa kita hentikan dan keluar dari fokus hanya memikirkan diri sendiri, maka akan ada perubahan dalam kehidupan kita. Kita diajarkan untuk memberkati orang miskin sekalipun kita sendiri pada waktu itu sudah diambang batas kekuatan kita, lelah tenaga habis, kemampuan sudah mentok,tapi Tuhan mau ajarkan kita untuk melakukannya buat Dia dan buat orang lain. Kalau anda bisa melihat hidupmu yang hanya sekali ini bisa menyentuh hidup begitu banyak orang dan menyaksikan hidup mereka diubah dan diberkati, kebahagiaan seperti itu, uang tidak pernah bisa membelinya. Dia tidak pernah mau berhutang dengan siapa pun. Dia akan mengembalikan berlipat kali ganda karena Dia Tuhan yang murah hati dan Tuhan yang luar biasa.


Matius 13:31 (TB) Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Unknown

Renungan Harian - Berbahagialah (23 Juli 2016)

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (Mazmur1:1) Anda perhatikan, dari tiga frasa "berbahagialah orang yang... yang tidak.." Itu dua diantaranya berbicara soal apa yang masuk ke telinga kita. "Nasihat orang fasik" itu ditangkap telinga kita, 'pencemooh' itu disebut begitu karena omongannya, keduanya ada kuasa perkataan negatif nyang dapat merusak manusia roh kita. Alkitab berkata:Kalau engkau TIDAK Menanggapi dan Menangkap itu, maka engkau berbahagia. Ayat berikutnya: "tetapi kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam." Kata 'merenungkan' itu seperti sapi yang sedang memamah biak, apa yang telah dimakannya itu dikeluarkan lagi untuk dikunyah kembali. Ketika engkau mengucapkan Firman yang sudah dikeluarkan lagi untuk dikunyah kembali. Ketika engkau mengucapkan firman yang sudah anda terima dalam hidupmu, kemudian anda keluarkan lagi,dan merenungkannya siang dan malam, ketika kau ucapkan firman itu secara terus menerus akan berkuasa sekali.


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)
Unknown

Renungan Harian - Segenap Hati (22 Juli 2016)

...kecuali Kaleb bin Yefune. Dialah yang akan melihat negeri itu dan kepadanya dan kepada anak-anaknya akan Kuberikan negeri yang diinjaknya itu, karena dengan sepenuh hati ia mengikuti TUHAN. (Ul.1:36) Lagi pula dikatakan,"...dan kepada anak-anaknya akan diberikan negeri itu, karena dengan sepenuh hatinya ia mengikut Tuhan." Jadi rupanya mengikuti Tuhan dengan 'sepenuh hati' itu merupakan hal yang utama bagi Tuhan, sehingga hal itu perlu berkali-kali dikemukakan Tuhan sendiri, yang artinya hal itu sangat serius. Paling tidak enam kali saya temukan. Setiap kali nama Kaleb disebut, selalu diikuti dengan kata-kata "karena dia mengikut Tuhan dengan sepenuh hati." Mengikut Tuhan dengan segenap hati itu merupakan hal yang utama bagi-Nya: bukan pelayanan kita, bukan pengorbanan kita, bukan waktu kita dan bukan apa pun yang lainnya. Bagi Tuhan, yang paling utama ialah "mengikut Dia dengan segenap hati."


Ulangan 11:13 (TB) Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)
Unknown

Renungan Harian - Doa Sanggup Menerima Mandat (21 Juli 2016)

Tuhan, tidak ada yang lain kecuali kerinduan untuk memperkenan hati-Mu, dan untuk menyenangkan hati-Mu, aku ingin mendengar Engkau berkata: "Aku berkenan nak". Tuhan kaulihat hidupku, tidak ada yang dapat aku buat kecuali aku menerima mandat yang utuh dari pada-Mu. Tidak ada yang dapat aku kerjakan, kecuali Tuhan menganugerahi aku mandat yang dari pada-Mu. Hamba berdoa demi nama Yesus, Tuhan siapkan aku. Beri anugerah-Mu, beri anugerah-Mu Tuhan. Sekarang aku mohon berkat yang terbaik turun dalam hidupku, aku tahu aku tidak dapat berjalan tanpa Tuhan menyertaiku. Karena itu hamba berdoa demi nama Yesus, berikan kekuatan Tuhan, berikan anugerah untuk menerima kekuatan yang dahsyat dari pada-Mu. Siapkan aku mengalami firman menjadi kenyataan dalam hidupku. Dan aku tahu, hidupku akan makin dipulihkan dan jadi berkat bagi bangsa ini dan bangsa-bangsa. Kemuliaan bagi-Mu di tempat yang maha tinggi, aku tahu aku jadi berkat bagi orang-orang sekitarku. Di dalam nama Tuhan Yesus, Amin!


1 Korintus 9:24 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)
Unknown

Renungan Harian - Impartasi (20 Juli 2016)

Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui,bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar,heranlah mereka;dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut yesus
(Kisah para rasul 4:13) Dalam bahasa inggrisnya dikatakan: they have been with Jesus, artinya ''mereka pernah bersama dengan Yesus''. Dari mana mereka mengenali kedua rasul ini? Alkitab berkata kerena orang banyak melihat keberanian mereka. Yang kedua, orang banyak sadar bahwa mereka bukan orang-orang terpelajar. Dan lebih jauh mereka mengenali kedua rasul itu karena mereka pernah bersama Yesus. Anda akan menjadi seperti orang yang dengannya anda bergaul. Demikian juga semakin sering anda bergaul dengan Tuhan, maka buah Roh yang keluar dari hidup anda akan semakin lebat. Be with Jesus, hiduplah bersama-sama Yesus, supaya orang banyak mengenal Yesus yang terpancar melalui diri anda mulai hari ini....


Yohanes 15:4 (TB)  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Unknown

Renungan Harian - Hubungan (19 Juli 2016)

Adapun Ishak telah datang dari arah sumur Lahai-Roi; ia tinggal di Tanah Negeb. Menjelang senja Ishak sedang keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangnya, maka dilihatnyalah ada unta-unta datang. (Kej.24:62-63) Sebenarnya Ishak bukan sekedar berjalan-jalan. Secara fisik, memang ia berjalan, tetapi sebenarnya ia sedang 'merenung.' Ishak sedang bermeditasi dengan Tuhan, sedang ber-fellowship dengan Sang Bapa. Ia sedang berbicara dengan Tuhan dan ada sesuatu yang sedang ia utarakan dari dalam hatinya. Seseorang yang mengalami titik Lahai-Roi dalam hidupnya, orang itu mempunyai ciri yang tidak pernah pudar dalam hidupnya, yakni kerinduannya setiap saat untuk bergaul dengan Tuhan dan berbicara dari hati ke hati dengan Dia. Orang itu tidak akan pernah gegabah dalam langkahnya atau dalam berkata-kata, tetapi orang itu akan mengerti segala sesuatunya hanyalah Tuhan dan Tuhan dan Tuhan. Bagaimana dengan Anda, siapakah yang paling Anda rindukan? Yesuskah?


Mazmur 42:1 (TB)  Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Unknown

Renungan Harian - Menantikan Tuhan (18 Juli 2016)

Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.(Lukas 5:15-16) Tense bahasa yunani yang di pakai dalam kalimat ini menunjukkan kebiasaan, sehingga terjemahan yang lebih harafiah adalah habitually withdrew (biasa menyendiri). Ini memang kebiasaan-Nya: mengundurkan diri untuk berdoa Memang Tuhan tidak pernah mengusir mereka pergi, Dia hanya mengundurkan diri ke tempat yang sunyi dan berdoa. Lalu orang banyak yang berbondong-bondong datang ke mana? Mereka tidak tahan menunggu dalam kesunyian manantikan Tuhan. Tahukah anda bahwa berada di tengah kebersamaan itu jauh lebih mudah dibandingkan ketika engkau harus sendiri dengan Tuhan. Tetapi kebersamaan seperti ini tidak boleh dan tidak pernah dapat menggantikan kesendirian kita masing-masing dengan Tuhan.


Mazmur 130:5 (TB) Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. 


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)

Unknown

Renungan Harian - Hamba Kristus (17 Juli 2016)

Jadi bagaimana sekarang: adalah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Tuhan? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. (Gal.1:10) Inilah ujian seorang hamba, yaitu pilihan antara menyukakan manusia atau menyukakan Kristus. Dalam ujian ini Anda akan dapat disalah mengerti orang, dijepit begitu rupa, sampai orang mengatakan: sombong, tidak ada penundukan diri, tidak mempunyai perasaan, dll. Tetapi sebenarnya, bukan itu yang terutama, karena menyukakan Tuhan itu prosesnya dimulai dengan perendahan hati, sehingga Anda mulai belajar untuk melakukan seperti yang Yesus katakan dan sadar semua terjadi karena Tuhan. Ada harga yang harus Anda bayar untuk menjadi hamba Kristus: komitmen yang total kepada-Nya. Sepakatkah Anda dengan Tuhan?


Mazmur 22:26 (TB)  (22-27) Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya! 


(Disalin dari Renungan Harian "Dari Hati Sang Raja" oleh Pdt. Petrus Agung Purnomo)